Metro – Langkah konkret percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Metro mulai terlihat. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, turun langsung meninjau sejumlah ruas jalan prioritas yang menjadi keluhan utama masyarakat, Selasa (21/4/2026). Peninjauan mencakup Jalan Metro–Wates, Jalan Pattimura di Metro Utara, serta Jalan Metro–Kota Gajah.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Sri Mulyani, memaparkan alokasi anggaran yang telah disiapkan untuk masing-masing ruas yakni, Jalan Metro–Wates (1,3 km) mendapat anggaran Rp15 miliar. Ruas ini dinilai strategis untuk konektivitas antarwilayah dan efisiensi waktu tempuh masyarakat.
Jalan Pattimura di Metro Utara (sangat vital bagi aktivitas warga) dialokasikan Rp10,4 miliar. Jalan Soekarno–Hatta dianggarkan Rp1 miliar.
“Penandatanganan kontrak untuk Jalan Pattimura direncanakan pada 30 April hingga 14 Mei 2026. Itu menjadi estimasi awal dimulainya pekerjaan fisik,” ujar Sri Mulyani.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa perbaikan jalan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi untuk memperlancar mobilitas warga dan mendorong aktivitas ekonomi.
“Kami akan memastikan pengerjaan berjalan tepat waktu dan hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Perbaikan jalan ini diharapkan bisa memperlancar akses masyarakat, termasuk distribusi hasil usaha dan aktivitas ekonomi sehari-hari,” tegas Bambang.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa langkah ini merupakan hasil sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Fokusnya tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada kelancaran distribusi barang dan mobilitas harian warga.
“Beberapa ruas prioritas sudah kami siapkan dari sisi perencanaan hingga penganggaran untuk tahun ini,” ujar Yani, sapaan akrabnya.
Untuk ruas Jalan Budi Utomo, Sri Mulyani mengakui bahwa koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) perwakilan provinsi di Kota Metro telah dilakukan. Namun, belum ada kepastian kapan ruas tersebut akan dibangun.
“Untuk waktu dekat ini belum ada gambaran pembangunan. Kami berharap ke depan ruas itu bisa segera ditangani karena cukup dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.
Peninjauan langsung oleh gubernur dan wali kota serta pengumuman anggaran yang jelas menjadi angin segar bagi warga Metro yang selama bertahun-tahun merasakan pahitnya jalan rusak.
Dengan total anggaran lebih dari Rp26 miliar untuk tiga ruas prioritas, publik kini menanti realisasi di lapangan. Jangan sampai angka-angka besar ini hanya menjadi judul berita tanpa eksekusi yang membumi.(Red)

