KOTA METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengerahkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk membersihkan sisa abu vulkanik di sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum. Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau dan fenomena El Nino.

Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung meninjau penanganan di sejumlah lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
Pembersihan sisa abu vulkanik dilakukan di beberapa wilayah, di antaranya Kelurahan Iringmulyo dan Kelurahan Tejoagung. Petugas Damkar melakukan penyiraman pada ruas jalan, lingkungan permukiman, serta fasilitas umum, termasuk sekolah.
Upaya tersebut bertujuan mengurangi debu dan sisa abu vulkanik yang masih menempel agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun kegiatan belajar mengajar.

“Kita turun langsung bersama jajaran untuk melihat kondisi di lapangan. Kalau masih ada sisa abu dan debu yang mengganggu masyarakat, kita lakukan penyiraman dan pembersihan agar lingkungan kembali nyaman,” kata Bambang.
Selain pembersihan lingkungan, Pemkot Metro turut menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air. Distribusi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
Bambang mengatakan, pemerintah harus hadir untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama ketersediaan air bersih selama musim kemarau.
“Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Karena itu, ketika ada warga yang kesulitan mendapatkan air, pemerintah harus bergerak untuk membantu,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pengerahan armada Damkar menjadi salah satu langkah cepat pemerintah dalam menangani dampak abu vulkanik. Sementara bantuan air bersih disalurkan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan setiap wilayah.
Pemkot Metro juga akan terus memantau kawasan yang terdampak abu vulkanik maupun kekeringan. Pemerintah daerah memastikan penanganan dilakukan sesuai kondisi dan tingkat kebutuhan masyarakat.
“Yang paling penting adalah masyarakat merasakan manfaat dari apa yang kita lakukan. Kita cek langsung, mana yang membutuhkan penyiraman, mana yang membutuhkan bantuan air bersih, semuanya harus ditangani sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, warga setempat, Neti Herawati, menyambut positif langkah pemerintah daerah yang turun langsung melakukan penyiraman dan pembersihan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut membantu mengurangi debu dan sisa abu vulkanik sehingga kondisi lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman untuk beraktivitas.
(Adv)
