19 Januari 2026

Jalan Baru Sudah Rusak, Warga Lampung Timur Pertanyakan Mutu Proyek Rp1,9 M

Lampung Timur — Proyek pemeliharaan berkala Jalan Nusantara, ruas Bumi Jawa–Tanjung Kesuma R.029 menuju Kecamatan Probolinggo, Kabupaten Lampung Timur, menuai keluhan warga. Proyek pengaspalan dengan konstruksi Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) yang dibiayai dari APBD Kabupaten Lampung Timur senilai Rp1,9 miliar tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Sejumlah warga menilai kualitas pekerjaan jalan tersebut jauh dari harapan. Pasalnya, meski belum genap satu bulan selesai dikerjakan, kondisi aspal di beberapa titik sudah terlihat rusak, bergelombang, dan pecah.

Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Bunga Mayang Putra. Berdasarkan pantauan di lapangan, perbaikan bahkan telah dilakukan kembali hanya dalam hitungan hari setelah proyek dinyatakan selesai.

 

Salah satu warga setempat, Solihin, yang kerap membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi, mengungkapkan kerusakan jalan terjadi dalam waktu singkat.

“Ini proyek baru, tapi sudah rusak. Bahkan tiga hari lalu sudah ditambal lagi. Jalan ini selesai sekitar setengah bulan, tapi kualitasnya sangat buruk,” ujar Solihin, Senin (19/1/2026).

 

Ia menilai pekerjaan pengaspalan terkesan dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhatikan standar teknis yang semestinya. Menurutnya, saat dilakukan perbaikan, kontraktor langsung menimpa bagian yang rusak tanpa penanganan awal.

“Masih ada airnya, tapi langsung ditimpa aspal,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Hanam (45). Ia menyebut proyek tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas jalan, tetapi juga merusak drainase atau siring di sekitar lokasi.

“Kecewa dengan proyek ini. Siring dibongkar tapi tidak dipondasi dan tidak diperbaiki lagi. Akibatnya sekarang malah menimbulkan genangan,” ujar Hanam.

Hanam yang merupakan penyandang disabilitas mengaku sangat terdampak dengan kondisi tersebut. Ia menyayangkan janji perbaikan drainase yang hingga kini belum direalisasikan.

“Katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada. Justru bikin banjir. Drainase rusak karena pekerjaan pemborong,” tambahnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Timur belum membuahkan hasil. Kepala Dinas PUPR, Primadiartha Ramadheni, disebut tidak berada di tempat saat awak media mendatangi kantor dinas tersebut.

“Pimpinan sedang keluar, jadi kami tidak berani memberikan keterangan,” ujar salah satu staf PUPR.

Diketahui, pengawasan lapangan proyek tersebut dilakukan oleh CV Akas Brother Consultant.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan