Metro,(Netthreeone.com)-Ibu Walikota Metro Sifia Naharani Wahdi bersama tim berikan layanan Home Care, kunjungan langsung ke kediaman Uwais Al-Qorni (2,5) tahun, penderita kelainan pada tulang dan Persendian. Beralamat di Jalan Tangkil RT 27 RW 06 Kelurahan Mulyojati Kecamatan Metro Barat, Jumat (07/05/2024)
Uwais Al-Qorni (2,5) tahun, seorang anak menderita penyakit langka kelainan pada tulang dan persendian atau Conginetal Talipes Equino Varus (CTEV) sejak lahir sudah dalam pengawasan Pemerintah Kota Metro.
Dalam kunjungannya, Silfia Naharani Wahdi didampingi oleh Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro. Silfia Naharani mengatakan bersama tim melakukan Home Care kerumah Uwais Al-Qorni seorang anak berusia 2,5 tahun penderita kelainan persediaan dan tulang atau disebut Conginetal Talipes Equino Varus (CTEV).
“Ini merupakan untuk kesekian kalinya kita kesini lakukan kunjungan, ini menjadi tanggung jawab kita bersama, menjukan bahwa Pemerintah Kota Metro tidak tinggal diam,” ucap Silfia Naharani.
Pemerintah Kota Metro sudah berupaya dan selalu memberikan perhatian kesemua masyarakat. Tak terkecuali adik Uwais Al-Qorni (2,5) sedang menjalani perawatan penderita CTEV. Melalui Program Walikota Metro, Home Care Program home care diharapkan dapat bermanfaat bagi warga Metro yang secara fisik kesulitan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan.
“Adik Uwais, Sudah pernah berangkat ke Solo dan biayanya dibantu oleh pemerintah Kota Metro,” kata Silfia Naharani.
Lebih lanjut, Silfia Naharani menjelaskan untuk pengobatan sendiri sudah berupaya rutin dilakukan oleh Puskesmas setempat. Kunjungan langsung kerumah (Home Care) memberikan pengobatan sebagai wilayah kerjanya.
“Maka pak Wali menggerakkan salah satu programnya Home Care, kunjungan kerumah Uwais Al-Qorni (2,5) dibantu oleh semua OPD, ada dari Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Dinsos, Puskesmas, PPKK dan Dinas lainya,” bebernya.
Istri Walikota Metro menambah bahwa pemerintah Kota Metro dalam hal ini tidak lepas tangan terhadap Uwais Al-Qorni (2,5) tahun. Walaupun kadang kegiatan Home Care, kunjungan tidak terekspos oleh publik.
“Kunjungan kami disini tidak kami beritakan hanya untuk kebutuhan kami, bahwasanya kami hadir, kekompakan, silaturrahmi, sesuatu yang baik ini tidak harus semua orang tau. Jangan sampai kita memberitakan hal-hal yang tidak di bisa dipertanggungjawabkan, sehingga merusak semuanya, apa yang kita lakukan hal yang baik, tidak ada niat yang lain,” pungkasnya. (Red)

