
Mesuji, Netthreeone- Green House Melon di Desa Tanjung Menang Raya, Mesuji, Jumat lalu (23/1/2026), menjadi lokasi pertemuan menyambut Kehadiran Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, yang disambut Bupati Mesuji Elfianah dan seluruh pimpinan daerah, bukan sekadar acara tetapi sebuah pernyataan yang jelas: 0kawasan transmigrasi masih menjadi urat nadi dan tulang punggung pembangunan di banyak wilayah Indonesia, termasuk Mesuji.
Namun, di balik itu ada harapan besar bahwa kunjungan ini diharapkan menjadi titik balik yang sesungguhnya bagi masyarakat transmigran.
Transmigrasi Dari Pemukiman ke Strategi Ekonomi
Pernyataan Bupati Elfianah sangatlah tepat dan perlu digarisbawahi: “Kabupaten Mesuji tumbuh dan berkembang melalui program transmigrasi.” Ini adalah pengakuan atas sejarah sekaligus visi ke depan. Program transmigrasi hari ini tidak boleh lagi berhenti pada paradigma memindahkan orang dan membuka lahan. Ia harus bertransformasi menjadi strategi untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri.
Green House Melon adalah sebuah menjadi contoh kecil dari transformasi itu. Ini menunjukkan potensi value-added (nilai tambah) yang bisa dikembangkan: dari sekadar petani subsisten menjadi pelaku agribisnis modern dengan akses teknologi dan pasar yang lebih baik. Kunjungan Wamen ke lokasi seperti ini diharapkan mampu memberi sinyal bahwa kemajuan diukur dari daya cipta ekonomi, bukan hanya jumlah kepala keluarga yang dipindahkan.
Salah satu hal dengan kehadiran seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dari Kapolda hingga Dandim, semuanya hadir. Ini menunjukkan keseriusan daerah menyambut kunjungan pusat. tentu koordinasi ini diharapkan terus berlanjut hingga level masyarakat bawah.
Perlu adanya forum lanjutan yang melibatkan secara intensif perwakilan kelompok tani, ketua koperasi, atau pengusaha kecil hasil transmigran? Keberhasilan kebijakan transmigrasi ke depan bergantung pada kemampuan pemerintah mendengarkan langsung suara mereka—tentang masalah akses permodalan, pola kemitraan yang seringkali timpang, hambatan pemasaran, dan ancaman alih fungsi lahan.
*Menuju “Peta Jalan Bersama”*
Bupati Elfianah menyampaikan terima kasih dan harapan yang dibutuhkan Mesuji yaknin“Peta Jalan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Mesuji 2026-2030” yang konkret.
Peta jalan itu harus menjawab:
1. Infrastruktur Konektivitas: Bagaimana menghubungkan kebun-kebun seperti contoh yang ada Green House Melon ini ke pasar ekspor di Pelabuhan atau Bandara dengan biaya logistik yang masuk akal?
2. Ekonomi Sirkular: Bagaimana mendorong industri pengolahan hilir (seperti pengeringan buah, pembuatan sirup) agar rantai nilai tidak lagi ‘dipetik’ oleh pihak luar, tetapi dinikmati di Mesuji sendiri?
3. Pemberdayaan Lahan dan SDM: Bagaimana program sertifikasi tanah secara masif dan pelatihan kewirausahaan digital bagi generasi muda transmigran dapat diakselerasi?
4. Sustainability: Bagaimana memastikan kemajuan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian gambut dan ekosistem di Mesuji yang rentan?
*Inspirasi untuk Masa Depan*
Kunjungan Wamen Transmigrasi ini harus menjadi momentum. Momentum untuk menggeser narasi transmigrasi dari yang sering diwarnai stigma ‘daerah terpencil’ dan ‘masyarakat tertinggal’, menjadi narasi tentang ‘daerah potensial’ dan ‘masyarakat pelopor’.
Keberhasilan Mesuji membangun kemandirian dari tanah transmigrasi akan menjadi inspirasi terbesar bagi daerah lain. Ini akan membuktikan bahwa dengan komitmen semua pihak yang nyata, koordinasi yang solid, dan pemberdayaan yang tepat sasaran, kawasan transmigrasi bisa menjadi mesin penggerak ekonomi daerah yang tangguh.
Oleh karena itu, mari kita awasi bersama. Biarkan kunjungan kerja ini bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal dari sebuah komitmen jangka panjang. Komitmen untuk memastikan bahwa setiap tetes keringat para transmigran pendahulu, dan setiap inovasi petani muda di green house, tidak sia-sia. Mereka layak mendapatkan lebih dari sekadar kunjungan; mereka layak mendapatkan sebuah masa depan yang mandiri dan bermartabat.
Mesuji telah menunjukkan potensinya. Kini, giliran pemerintah pusat dan daerah membuktikan, bahwa mereka bukan hanya pandai menyambut, tetapi juga mampu membuat terobosan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Mesuji.
